Wednesday, June 26, 2013

Inah Pelayan Seksi

Linda mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang sedang-sedang saja, sesekali mulutnya bersenandung kecil mengikuti lagu yang sedang diputar pada stereo- tape, panasnya udara Jakarta pada siang hari yang terik itu tak mempengaruhi siapapun yang berada didalam kendaraan itu, karna Air-conditioner selalu siap memanjakan siapa pun yang berada didalamnya dengan hembusan udara sejuknya.
Sementara disampingnya seorang wanita berusia sekitar 25 tahunan yang nampak lugu,dengan posisi duduk agak kaku dan tidak rilek,sesekali pandangannya menerawang mengamati seisi ruangan didalam mobil, terbersit perasaan canggung berada didalam mobil semewah itu, baru kali ini didalam hidupnya ia berada didalam mobil seperti itu, dialah Inah,wanita desa berasal dari Sukabumi yang barusaja dijemput oleh Linda dari terminal bus antar kota, untuk dipekerjakan dirumahnya. 
Inah walaupun seorang wanita desa namun berwajah cukup manis berkulit kuning langsat dan memiliki tubuh yang sekal,bentuk payudara indah, montok,namun tidak terlalu gemuk dan merupakan seorang janda yang sudah satu tahun cerai. Inah dicerai suaminya karna sudah 7tahun perkawinan mereka belum dikaruniai anak ,sehingga suaminya menceraikannya,namun Inah dengan tabah menerima kenyataan itu dan akhirnya setelah hampir satu tahun hidup menjanda dikampung ia merasa jenuh dan kemudian ia putuskan untuk pergi keJakarta setelah ada ajakan dari Linda yang bersedia mempekerjakan inah dirumahnya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga.
Linda seorang General-Manager muda yang cantik, yang berusia 36 tahun dari perusahaan Otomotif yang cukup bonafids. Linda sengaja mengambil pembantu yang menarik seperti Inah adalah disamping untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga juga untuk fariasi dalam petualangan sexnya dengan suaminya Rudi . yang berusia sekitar 38 tahun yang bekerja sebagai pejabat di departemen perpajakan,tak heran bila penghasilan Rudi begitu besar,tak sebanding dengan gaji yang semestinya ia terima,maklum seperti sudah menjadi rahasia umum bahwa bagian pajak adalah lahan yang basah, beruntung ia tidak tertangkap seperti Gayus tambunan …
Setelah sampai dirumah Linda menyuruh Inah untuk istirahat setelah makan siang
“Nah, ini kamarmu dan dilemari itu ada beberapa pakaian untuk kau kenakan, dan itu ada alat-alat kosmetik bisa kamu gunakan” sambil menunjuk keatas meja rias.
“Ini untuk saya nyah..ta..tapi” jawab inah gugup saat melihat seisi ruangan.
“Sudah jangan banyak tanya nanti aku ajarkan kau menggunakannya.”
Sepeninggalan Linda Inah terheran-heran menyaksikan alat-alat kosmetik yang diberikan oleh nyonyanya. “untuk apa nyonya memberikan kosmetik yang beraneka ragam seperti ini. dan tentu mahal harganya” sambil berfikir ia memperhatikan seisi ruangan . ruangan yang cukup nyaman pikirnya, tidak sesuai dengan kamar pembantu. Diatas meja tersedia TV lengkap dengan DVD Player, lalu ia membuka lemari dan terlihat pakaian-pakaian yang tidak pernah ia lihat sebelumnya serta pakaian-pakaian dalam yang sexy dengan corak dan warna yang mencolok serta menantang.
Lalu ia membuka laci dimeja tv, tampak dia lihat beberapa cassette dvd yang bergambar orang-orang bule sedang bersetubuh,yang ia ketahui sebagai dvd porno. Setelah ia mandi ia berfikir sebenarnya apakah pekerjaan dia dirumah ini, kalau hanya seorang pembantu rumah tangga mengapa disediakan fasilitas-fasilitas seperti ini namun dia berfikir lagi Ah, tak perdulilah mau jadi apa kek.., mau diapain kek.. yang penting aku telah senang disini dan akan aku nikmati segalanya. Pikirnya. Seraya ia putar dvd porno yang juga pernah ia tonton dirumah tetangganya dikampung waktu ia menjanda disana.
Senja telah tiba dan Rudi baru saja pulang dari kantornya seraya memarkir mobilnya digarassi. Selesai memasukan mobilnya digarassi,rudi berpapasan dengan inah yang sedang menyapu halaman. Yang langsung disapa oleh inah dengan agak menunduk. “Selamat sore tuan” sapa inah dengan ramah. “Oh..ya..ya..sore,sore kamu tentu inah ya, kapan datang” tanya rudi dengan agak gugup karna terpana dengan kemolekan tubuh inah. “Tadi siang tuan, dijemput oleh nyonya diterminal” jawab inah. “Oh, begitu, tapi tolong jangan panggil saya tuan, kau bisa panggil aku Om atau bapak” “Ma-af tuan.. eh..Om, ma-af Om” jawab inah gugup. Rudi segera menemui Linda yang sudah menunggu didalam,dan seraya memuji.
“Ah, gila bahenolnya. hebat juga kamu dapetin tuh cewek, aku langsung horny nih Lin” “Dasar kamu kontol nakal begitu ngeliat cewek montok langsung semaput” sambil tangan nya meremas kontol suaminya itu. “Aduuh… kau main remes aja aku jadi tambah konak nih”. Sambil meremas kemaluan milik suaminya Linda berbisik lembut diteliga Rudi “Sabar sayang kita akan pesta nanti malam menikmati ayam kampung dari Sukabumi itu” seraya dia berikan kecupan lembut kebibir suaminya.
Sekitar pukul 21.00 setelah mereka selesai makan malam Linda memasuki kamar Inah dengan mengenakan sepatu lars tinggi berwarna merah serta celana dalam sexy dan BH berwarna merah dengan rias wajah yang menantang serta rambut disasak seperti wanita dalam film-film Blue. Inah serta merta merasa kaget hampir tidak mengenali yonyanya tersebut “Ya, ampun, ada apa nyah” pekiknya.
“Tenang nah kita akan melakukan permainan yang mengasyikan yang tentu kau pun akan menyukainya ” Dengan lembut Linda mejelaskan,sambil jari jemarinya yang lentik serta dihias pewarna kuku itu mengusap usap piggul Inah. “Permainan apa nyah ? ” “Nanti kamu akan tahu sendiri, sekarang mari aku bantu mengenakan pakaian yang aku berikan padamu” Inah masih terheran-heran ketika Linda mulai membantu mengenakan stoking serta menghias wajahnya dengan mike up yang menantang . Sambil memberi meke-up pada wajah Inah mata Linda tertuju pada beberapa CD yang tergeletak diatas meja tv.
“Rupanya kau telah menonton film-film itu nah, bagaiman asyik enggak..?” tanya Linda sehingga Inah tampak malu-malu. “Habis iseng sih nyah, makanya saya stel film itu, dikampung kadang-kadang juga suka nonton dirumah tetangga, yah, namanya juga janda, iseng nyari hiburan.” Jawab Inah polos. “Kamu mau nah, melakukan seperti yang ada difilm itu.?” Tanya Linda,sehingga Inah tampak semakin kikuk mendengar pertanyaan Linda “Ah, nyonya bisa aja, saya kan janda nyah sama siapa saya akan melakukannya”
“Kalau sama suamiku kamu mau nah?” hampir terbelalak inah mendengar ajakan nyonyanya itu, bagaimana mungkin dia berhubungan badan dengan tuannya sementara nyonyanya tahu. “Lihatlah dirimu dicermin itu kau tampak sexy pasti suamiku tergila gila melihatmu “ Inah terheran-melihat penampilannya didepan cermin namun dalam hati timbul rasa bangga melihat betapa sexy dan menggairahkan dirinya dengan penempilan seperti itu mirip seperti wanita-wanita difilm porno yang tadi siang ia tonton. Ketika Inah terpesona dengan dirinya, Linda menuntun inah keruang utama dan disana Rudi sudah menunggu dengan hanya mengenakan celana dalam.
Rudi tampak seperti tersihir melihat penampilan Inah sehingga benda yang berada didalam celana dalamnya tampak semakin menonjol
“Woow.. sangat luar biasa begitu sexy dan sangat menantang” pujinya Inah tampak tersipu malu namun juga merasa terangsang melihat rudi yang berwajah tampan serta berbadan atletis hanya mengenakan celana dalam sehingga tampak menggairahkan bagi seorang janda kesepian seperti dirinya.
Linda segera mengecup bibir suaminya dan saling berpilin lidah sambil tangan Linda meremas remas kontol rudi yang sudah menegang, lalu Linda melorotkan celana dalam rudi dan mendorong rudi kesofa sehingga rudi terduduk disofa dengan kontol mengacung Linda segera membelai belai kontol rudi dan menjilatiya , sementara Inah memandaginya sambil berdiri , Linda sambil berjongkok semakin gencar mengulum kontol rudi. Lalu menarik lengan inah. “Inah kau berjongkok disini pegang kontol ini dan lakukan seperti yang aku lakukan, jangan sungkan-sungkan kau bebas melakukan apapun yang kau mau” Lalu dengan ragu inah memegang kemaluan rudi dan memasukannya kedalam mulutnya mula-mula ia agak canggung namun nafsu yang sudah begitu besar membuat ia tak peduli ia telan habis kontol itu seperti yang ia lihat difilm Blue. Sementara rudi terus merem melek menahan nikmat. Linda menghampiri rudi dan melumat lidah rudi seraya berbisik. “Bagaima sayang telah kau rasakan mulut wanita desa itu dengan kontolmu ” “Zzzzzz…..aaaaaaaahhh…!! sedaaap sekali lin kontolku serasa diawang-awang ..aaaaaeehh teruuuss naah enaakk niiihh. ”
Inah semakin bersemangat mengulum kontol rudi lalu lidahnya turun kebawah dan menjilati biji pelirnya serta mengisap-hisap buah telur milik rudi. Dan rudi semakin meracau tak karuan. Linda segera berdiri disofa dan mengarahkan memeknya kewajah rudi. “Hisap memekku sayang “ perintah Linda , segeralah rudi melumat memek Linda sambil kontolnya dihisap inah. Linda memejamkan matanya saat rudi menjilati dan melumat memeknya sambil tangannya memegang tembok dibelakang sofa.
“Iya, terus rud, jilati memekku aiiih.. ah..ah iya terus rud, itilnya rud… itilnya kau jilat uuuuuhh..asyiiiik” Rudi semakin bersemangat mendengar racauan Linda ia semakin bernafsu melumat memek Linda yang sudah basah tersebut.
Sementara Inah dengan penuh nafsu dia lumat terus batang kontol rudi. satu tahun menjadi janda tanpa pernah sekalipun melakukan hubungan badan membuat dia sangat haus sekali dengan permainan sex apalagi ditambah dengan seringnya ia menonton vcd porno bertambah saja menumpuk nafsu birahinya yang iya pendam selama setahun, selama dikampung apabila ia habis menonton vcd porno ingin sekali ia melakukan adegan-adegan yang ada difilm tersebut namun tak pernah kesampaian.
Hingga pada akhirnya ia berada disini dan segala impianya itu bisa ia wujudkan disini dengan pria setampan rudi, maka seluruh nafsu birahi ia tumpahkan disini sambil terus melumat kontol rudi tangan kirinya mengobel-ngobel memeknya sendiri hingga memeknya tampak basah.
Hampir sepuluh menit inah meghisap kontol rudi dan rudi mennjilati memek Linda, dan Linda segera turun dari sofa dan segera menungging dilantai yang telah dipasang karpet permadani tersebut.
“Ayo rud! entot memekku dari belakang ” sambil tangannya menggosok-gosok memeknya.
Rudi segera mengarahkan kontolnya tepat dimulut memek Linda lalu dia tekan seluruhnya memek Linda yang sudah basah tersebut. Linda memejamkan mata saat batang rudal rudi menembus liang memeknya serasa nikmat menjalari tubuh Linda hingga mulutnya berkicau tiada henti.
“Zzzzz..aaaaahhhh, uuh..uuh terus rud. Goyang terus rud yang kenceng rud ooooohh..yea oooohh..yea memekku terasa nyaman sekali rud. eenaaaaak tenaan. ” Rudi terus menancapkan batang kontolnya dengan sekuat tenaga kelobang memek Linda, irama yang terdengar dari memek Linda sangat erotis karna memek Linda sudah basah cloooob….clooob ….clooob sleeb..sleeb…sleeb begitu seterusnya secara berirama sehingga Inah degan terpana menyaksikan bagaimana kontol rudi menusuk-nusuk memek Linda . Inah memelihat dari jarak hanya sekitar 10 cm sehingga dengan jelas dia dapat melihat betapa indahnya saat kontol rudi keluar masuk memek linda, sambil tangannya mengobel ngobel kemaluannya sendiri ia sudah tidak sabar ingin merasakan hantaman kontol rudi.
Linda sambil menikmati hantaman kontol rudi ia menyaksikan apa yang diperbuat Inah lalu tersenyum dan berkata “Inah kamu jangan ngeliatin aja dong, kamu jilatin kontol suamiku, jangan malu-malu kan sudah aku bilang kamu boleh melakukan apapun yang kamu mau, kau praktekan apa yang pernah kamu lihat divcd porno ” Sebenarnya memang itu yang diinginkan oleh inah maka tanpa ragu-ragu ia hisap buah pelir rudi sambil terus batang kontol rudi keluar masuk memek Linda. Maka serasa ganda kenikmatan yang dirasakan oleh rudi yaitu kenikmatan memek Linda dan kenikmatan hisapan mulut inah di buah pelirnya. Rudi memejamkan mata sambil menusuk-nusukan kontolnya kememek Linda “Aahh, asssiiik terus nah hisapi biji pelerku nikmaaaaat iya teruuuuss kalau perlu kau telan semua. Sssssss…. Aaaaahhh” Inah terus melumat pelir rudi sambil sesekali menjilati batang kontol rudi yang masih terselip diantara memek Linda.
Melihat keinginan inah untuk menjilati batang kontolnya maka rudi segera mencabut kontolnya dari memek Linda, kontol tersebut sudah basah oleh cairan memek linda, dan ia masukan kemulut inah
“Hisap kontolku nah aku tau kau sangat menginginkannya ” dengan rakus inah langsung melumat batang kontol rudi yang telah basah oleh cairan memek Linda tersebut. hanya beberapa saat rudi langsung menusukan kembali kedalam lubang memek Linda, ia kocok beberapa kali lalu ia keluarkan kembali dan ia masukan lagi kedalam mulut inah, inah menghisapnya beberapa saat untuk kemudian rudi menusukan lagi kedalam memek Linda ia kocok beberapa kali lalu ia keluarkan dan dimasukan kembali kemulut inah untuk dihisap, begitu serusnya secara berirama. Hingga pada akhirnya Linda berteriak
“Aaaaaahhh terus rud kocok yang kuat aku mau keluar niiih ” rudi terus menghatam memek Linda dengan sekuat tenaga dan dengan irama yang sangat cepat, dan akhirnya Linda sampai pada puncaknya.
“Aaaaaaaaaaahhh….aaaasyyyyyyiiik ennnnnnnaaaaaaaaak ooooooooohh….” Begitu banyak cairan yang keluar dari memek Linda sehingga menimbulkan bunyi yang indah saat kontol rudi mengocoknya jrrrrrrrooot….jrrooooot….clloook…cloook…clooop Linda tersenyum puas sambil terus menugging dan rudi masih menghantam memeknya
Lalu Linda berseru. “Stop rud, sekarang kau giliran mengentot memek inah ” Linda segera bangkit dan mendorong tubuh inah hingga terlentang dilantai.
“Nah sekarang kau akan merasakan nikmatnya batang kontol suamiku, aku tau kau sudah tidak sabar bukan..? sambil tangan Linda mengobel –ngobel memek inah.
“Iya nyah aku sudah kepingin sekali nyah ” lalu Linda meraih kontol rudi dan dihisapnya beberapa saat lalu berbisik kepada rudi.
“Sekarang kau entot memek wanita desa ini rud ” sambil tangan nya membelai kontol rudi yang sudah tegang ia berikan kecupan mesra pada suaminya.
“Selamat menikmati sayang ” lalu ia tuntun batang kontol rudi kearah lubang memek inah yang mengangkang ia tekan kontol rudi hingga masuk seluruhnya liang memek inah. Inah terpejam saat batang kontol rudi menembus kelubang memeknya nikmat yang sudah lama tidak ia rasakan kini ia rasakan kembali dengan pria yang setampan rudi dan batang kontol yang begitu besar.
“Aaaaahhhh asyyyyyyik …terussss, legit Ooom. enaaak , sssssssssess….aaaaahhh. enaak Eeeuuuuuuuyy” terus inah meracau tanpa rasa canggung karna rasa canggung nya telah terbenam oleh rasa nafsu dan nikmat yang begitu menggelora.
Rudi menggigit bibir bawahnya karna merasakan legitnya memek inah yang belum pernah ia rasakan sebelumya. “Bagaimana rud enak memeknya ?” bisik Linda. “Luar biasa lin, gurih sekali barang wanita kampung ini aaaaaahhh…..aaaaahhh…. zzzzzz…aaahhh” Linda mengecup bibir rudi sambil tangan nya membantu mendorong pantat rudi agar lebih tandas masuk kememek inah.
Inah terus meracau tak karuan dengan logat sunda yang masih kental sambil pantatnya ia goyang mengimbangi hantaman kontol rudi.
“Enaaak eeuuyy aaaaaahhh, ayu atuh Oom. geol yang kuat ” rudi tak tahan melihat sexy nya tingkah laku inah lalu ia lumat dengan rakus bibir inah dan mereka saling berpilin lidah, inah dengan nafsu langsung menyambut ciuman rudi sambil ia cengkram kepala rudi dengan kedua tangan seolah-olah tidak ingin ia lepaskan.
Melihat adegan itu Linda segera berinisiatif untuk menjilati batang kontol rudi yang keluar masuk memek inah sambil sesekali ia jilati juga memek inah sehingga inah merasakan semakin nikmat saat lidah Linda menjilati bibir memeknya.
“Iya nyah assyik nyah jilatin terus nyah geli euy”
Mendengar perkataan inah, Linda semakin bersemangat menjilati bibir memek inah dan juga itilnya sehingga inah semakin blingsatan.
Hampir lima menit rudi menggojlog memek inah dan memek inah tampak semakin basah oleh cairan birahinya. Sementara Linda mulai menjilati biji pelir rudi dan juga lubang anus rudi tak luput dari jilatannya sehingga rudi merasa geli-geli nikmat saat ujung lidah Linda menggelitik lubang anusnya.
“Iya enaak lin terus kau jilati lubang pantatku aaahhh….aaaaahhh…geli, lin ”
Rasa nikmat yang dirasakan rudi dari dua sisi yaitu dari batang kontolnya yang menembus memek inah dan lubang pantatnya yang dijilati Linda, membuat ia tidak tahan dan akhirnya sampailah pada klimaksnya disertai jeritan panjang rudi
“Aaaaaaaaaaaaaah aku keluar liiiin…” Disusul pula secara bersamaan oleh jeritan inah yang mencapai orgasme.
“Aduuuuh ennaaaak euuuy.. ” sehingga susana sangat riuh pada saat detik-detik kenikmatan tersebut.
Dan rudi segera mengeluarkan batang kontolnya, Linda dengan cepat menyambut cairan air mani yang keluar dari kontol rudi dengan mulutnya, begitu banyak sperma yang keluar sehingga mulut Linda serasa penuh oleh cairan gurih-gurih asin itu.
sperma tersebut menghiasi juga pipi dan dagu Linda, inah pun segera bangkit dan menjilati sisa-sisa sperma dari batang kontol rudi.
Melihat inah menghisap-hisap kontol rudi untuk mendapatkan sisa-sisa sperma, Linda segera tanggap dan ia tarik rambut inah sehingga inah tertengadah lalu Linda menumpahkan sebagian sperma rudi yang berada dimulutnya kedalam mulut inah, inah dengan rakus langsung menelannya bahkan sperma yang melekat didagu dan pipi Linda ia jilati pula. Linda dan inah akhirnya saling berpilin lidah dan saling berciuman untuk menikmati sperma yang ada dimulut masing-masing.
Rudi terduduk disofa sambil menyaksikan atraksi yang erotis yang diperagakan oleh Linda dan inah.
Dan akhirnya inah bersandar dibawah sofa sambil melepas lelah dengan meminum segelas Orange juice. Linda bercelentang diatas karpet sambil menikmati rokok Sampoerna A mild kesukaannya. Sementara rudi duduk disofa sambil menenggak sekaleng bir Heineken.
Kira-kira setengah jam mereka melepas lelah sambil berbincang-bincang dan menyantap makanan kecil, tubuh mereka sudah mulai pulih kembali, Linda segera menangkap batang kontol rudi dan menghisapnya lalu memberikannya pada inah
“Nah ini, ayo kau hisap kita akan segera melakukan permaian kedua yang lebih mendebarkan dan yang belum pernah kau alami sebelumnya, dan pasti kau akan menyukainya pula” inah segera menghisap kontol rudi dengan bersemangat, dan Linda membisikan sesuatu pada rudi.
“Ayo rud, kita segera akan melakukan Anal sex, anusku sudah tidak tahan menerima hantaman batang rudalmu”
“Iya sayang aku pun sudah tidak tahan untuk menikmati lubang anusmu yang legit itu ” bisik rudi pula.sambil mengobel lubang anus Linda.
Lalu Linda terlentang diatas karpet sambil mengangkang dan menusuk-nusukan jari telunjuknya kedalam lubang anusnya sendiri sambil sesekali mengoleskan air liur pada lubang anusnya.
“Bagaimana inah apakah sudah siap batang kontol yang kau hisap itu untuk menghantam lubang anusku, cepat aku sudah tidak tahan nih.”
“Iya, sebentar nyah” Lalu inah segera mengeluarkan batang kontol rudi dari mulutnya dan segera menuntunnya kearah lubang anusnya.
Rudi segera menekan kontolnya kedalam lubang dubur Linda serasa peret dan enak, batang kontolnya serasa dijepit oleh anus Linda dan lindapun memejamkan matanya menahan nikmatnya batang kontol rudi menusuk nusuk anusnya “Aaaaaaahhh…asssyyyik terus rud hantam lobang pantatku auh..auh..iya, iya”
Rudi terus menggenjot kontolnya secara berirama sambil memejamkan matanya dan tersenyum nikmat merasakan batang kontolnya yang dijepit oleh anus Linda, serasa nikmat membawa tubuhnya keawang-awang. 
Inah terpana menyaksikan kontol rudi yang begitu besar menembus tanpa ampun kedalam lubang dubur Linda, namun Linda tampak merasa nikmat yang luar biasa. Sungguh permainan yang belum pernah dirasakan oleh inah sebelumnya namun inah sering menyaksikannya divcd porno, dan ia ingin sekali mencobanya dengan rudi. 
Inah segera menjilati biji pelir rudi dari belakang sambil sesekali ia jilati pula batang kontol yang terselip diantara lubang pantat Linda, sampai pada akhirnya ia jilati pula lubang dubur rudi, mula-mula ia agak jijik namun setelah beberapa saat ia mulai merasakan kenikmatan tersendiri yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, maka dengan rakus ia jilati terus lubang dubur rudi sampai ia tancapkan ujung lidahnya kedalam dubur tersebut, Menerima aksi inah yang atraktif tersebut membuat rudi semakin merasakan kenikmatan yang luar biasa, lubang duburnya serasa digelitik benda lembut saat inah menancapkan ujung lidahnya kedalam dubur rudi. 
Sementara rudi memejamkan mata saat menikmati dubur Linda dan juga lubang duburnya yang dijilati oleh inah.
“Aaaaah…. Asyyyiiiiik jilatin terus lubang pantatku nah, masukan seluruh lidahmu kedalam anusku, serasa sukmaku melayang…sseess..aah ” 
Linda memeluk leher rudi dan melumat bibir rudi dan mereka saling beradu lidah dalam menikmati permainan tersebut.
“Aaahh teruuuus rud, goyang terus batang kontolmu kedalam lubang pantatku, tandaskan seluruhnya rud, biarkan sukmaku melayang karna nikmat yang kau berikan ini” rudi terus menghantam dubur Linda dengan kekuatan penuh, sementara lidah inah masih terus bergerilya didalam lubang anus rudi.
Pada menit kesepuluh permainan tersebut, mereka merubah posisi, kini rudi telentang dikarpet, sementara Linda diposisi atas dengan berjongkok membelakangi wajah rudi, setelah inah menghisap beberapa saat batang kontol rudi lalu Linda mulai memasukannya kembali kedalam lubang pantatnya dan langsung memompanya sambil berjongkok dengan irama yang mula-mula lambat hingga lama kelamaan sangat cepat 
“Hihh …hihhh..hihh.. rasakan goyanganku ini rud semoga kau menikmatinya” 
“Iya terus lin enak sekali kontolku serasa tersedot oleh lubang anusmu”
Kemudian rudi segera memerintahkan inah untuk memberikan memeknya kemulutnya, maka segera saja inah berjongkok diatas wajah rudi dan rudi dengan rakus segera menjilatinya sehingga inah menggigit bibir bawahnya sambil matanya terpejam karna merasakan nikmat
“Aaaaaah…asyiiiik om, geli-geli enaaaak terus Oom. emmmmmmm..aaahhh” Inah terus meracau sambil menjambak rambut rudi, dan rudipun tidak hanya menjilati memek inah tetapi ia mulai pula menjilati lubang dubur inah, sehingga inah semakin merasa nikmat dan juga agak geli saat ujung lidah rudi menggelitiki lubang dubur inah , sehingga ia sesekali tertawa manja saat merasakannya
“Aiiihh…auuw…geli Oom.hiii..hiii..hiii…aiihh.. auuw..auuw… hiii…hiii..hiii tapi asyiik om, geli-geli enak, terus om.. terruuuuss.. mmmmmmm..ahhhh.”
Lebih dari sepuluh menit Linda memompa batang kontol rudi dengan lubang anusnya sambil berjongkok membuat peluh ditubuhnya bertambah deras hingga ia merasa kehabisan tenaga dan menghentikan kegiatan tersebut. Lalu ia berbisik kepada inah “Nah, sekarang giliran lubang pantatmu yang menerima hantaman kontol rudi, apakah kamu sudah siap, nah…?” seraya mengecup bibir inah dengan mesra.
“ Iya, nyah saya sudah tidak sabar ingin merasakannya nyah ”
“Rud, apakah kau sudah siap untuk mengentot lubang pantat inah yang masih perawan itu” bisik Linda kepada rudi.
“Ow.. tentu sayang, aku sudah tidak sabar untuk memerawani lubang anus wanita desa yang seksi dan mulai nakal ini” 
Lalu Linda segera telentang dan memerintahkan inah untuk menungging diatas tubuhnya.
“Kau akan merasakan sesuatu yang menakjubkan dalam hidupmu nah, saat melakukan permainan ini” dan inahpun segera menungging diatas tubuh Linda yang telentang dengan posisi memek inah tepat berada diatas wajah Linda dan posisi memek Linda berada didibawah wajah inah, seperti posisi 69. 
Lalu linda segera menjilati lubang dubur inah dan mencolok-colok nya dengan jari telunjuk sambil mengoleskan air ludah kedalam dubur inah, Lalu rudi segera memasukan batang kontolnya kedalam mulut Linda untuk kemudian linda menghisapnya dengan rakus beberapa saat kemudian ia keluarkan batang kontol rudi dari mulutnya dan mulai ia arahkan kontol rudi kelubang dubur inah 
“Selamat menikmati sayang” bisik Linda dan rudi pun langsung menekan batang kontol nya kearah anus inah yag telah basah oleh air ludah Linda, ia tekan dengan lembut dan penuh perasaan karna memang agak sulit memasukan batang kontolnya kedalam lubang pantat yang masih perawan seperti inah.
Beberapa kali sempat meleset dan akhirnya berhasil juga tembus berkat usaha Linda membantu menuntunnya serta melumasinya dengan air ludah. Pada saat tembus kedalam lubang duburnya, inah sedikit meringis karna merasa agak perih, namun kira-kira beberapa detik kemudian ia mulai merasakan kenikmatannya sehingga ia tampak memejamkan matanya merasakan nikmat.
“Mmmmmmmmm..aaaaahhh.. asyyiiiiiik..terus om, entot lobang dubur saya om, enaaak….” Inah menikmati tusukan batang kontol rudi yang menghantam lubang anusnya sambil menjilati memek Linda yang berada dibawah wajahnya. 
Inah benar-benar merasakan petualangan yang mengasyikan dan ia benar-benar menikmati itu semua.
Rudi menikmati keperawanan anus inah sambil memejamkan matanya, sambil sesekali meringis karna anus inah serasa masih begitu sempit dan peret karna belum pernah dimasukan oleh batang kontol, berbeda dengan lubang anus Linda yang sudah sering dihantam oleh berbagai macam kontol. Sehingga rudi tidakbisa menggoyang batang kontolnya dengan terlalu keras, namun harus penuh kelembutan dan penuh perasaan.
Linda beraksi dengan menjilati pangkal kontol rudi yang masih tersisa diluar anus inah serta menjilati lubang memek inah secara bergantian, sambil merasakan kenikmatan lubang memeknya yang dijilati oleh inah. Hampir sepuluh menit rudi menikmati anus inah, dan rudi segera mengeluarkan batang kontolnya dan ia masukan kemulut Linda untuk dihisap, Linda menghisapnya dengan rakus, aroma anus inah masih terasa melekat pada kontol rudi sehingga menambah rasa kenikmatan tersendiri bagi Linda hingga dengan lahap ia melahap kontol rudi tersebut. Hanya beberapa detik kemudian rudi memasukan kontolnya kembali kedalam dubur inah, lalu ia pompa beberapa kali dan ia keluarkan lagi dan dimasukan kembali kedalam mulut Linda untuk dihisap oleh Linda, begitu seterusnya untuk bebeberapa kali. karna rudi mengerti Linda sangat suka menikmati kontol yang baru saja dikeluarkan dari lubang anus. Aroma anus yang melekat pada batang kontol sangat membangkitkan gairah bagi Linda, itulah yang dikatakan oleh Linda kepada rudi beberapa waktu lalu. 
Akhirnya, setelah inah menerima hantaman kontol rudi yang bertubi-tubi pada lubang duburnya, dan juga jilatan lidah Linda pada lubang memeknya, sampailah inah pada puncak kenikmatannya disertai dengan jeritan yang keras. 
“Aaaaaaaaaaaaaaaahhh….. enaaaakk… Euiiiiiiiiiiiiiiiyy.” Maka tumpahah cairan hangat yang bening keluar dari lubang memek lnah, dan Linda dengan rakus langsung menghirup cairan tersebut dan menelannya. Beberapa saat kemudian disusul oleh jeritan rudi yang telah mencapai klimaks. 
“Aaaaaaaah… aakku.. keluar lin…” dan rudi segera menarik keluar batang kontolnya dan dikeluarkan air maninya diatas lubang dubur inah. Crrroooot……crrrrroottt…crooot…. Banyak sekali sperma rudi yang keluar memenuhi sekitar lubang anus inah, dan dengan rakusnya Linda segera menjilati sperma disekitar lubang dubur inah tersebut dan ditelannya sampai habis, sampai dijilatinya kedalam lubang dubur inah dengan harapan masih tersisa air mani rudi. 
” Mmmmmm…nyeemmm…nyeemm..nyeemm. gurih sekali air manimu rud, apalagi bercampur dengan aroma dubur inah serasa nikmat tiada tara…” sambil terus menjilati sisa-sisa air mani rudi yang terselip didalam lubang anus inah.
Inah terkapar lemas diatas tubuh Linda yang masih menjilati lubang anusnya. 
Inah terkapar lemas namun senyum bahagia tampak terlukis diwajahnya karna benar-benar ia merasakan kenikmatan yang luar biasa, yang belum pernah ia rasakan sebelumnya dan tak akan pernah ia lupakan sampai kapanpun. Dan ia berharap ini jangan cepat-cepat berakhir, karna ia ingin terus merasakan kenikmatan seperti ini lagi.
Tamat

Cerita Donna

Donna, 29 tahun, adalah seorang ibu rumah tangga dengan 2 orang anak 3 dan 5 tahun. Suaminya, Herman, 36 tahun, adalah karyaDhit dari salah satu perusahaan swasta besar di Bandung. Perawakan Donna sebetulnya biasa saja seperti kebanyakan. Yang membuatnya menarik adalah bentuk tubuhnya yang sangat terawat. Buah dadanya tidak terlalu besar, tapi enak untuk dipandang, sesuai dengan pinggangnya yang ramping dan pinggulnya yang bulat.
Kehidupan rumah tangga mereka sangat harmonis. Dengan 2 anak yang sedang lucu-lucunya, ditambah dengan posisi Herman yang cukup tinggi di perusahaannya, membuat mereka menjadi keluarga yang cukup di hormati di lingkungan kompleks mereka tinggal. Donna pada dasarnya adalah istri yang sangat setia kepada suaminya. Tidak pernah ada niat berkhianat terhadap Herman dalam hati Donna karena dia sangat mencintai suaminya. Tapi ada satu peristiwa yang menjadi awal berubahnya cara berpikir Donna tentang cinta..
Suatu siang, Donna sedang mengasuh anaknya di depan rumah. Dikarenakan kedua anaknya waktu itu berlari jauh dari rumah, maka Donna langsung mengejar mereka. Tapi tanpa disengaja, kakinya menginjak sesuatu sampai akhirnya Donna terjatuh. Lututnya memar, agak mengeluarkan darah. Donna langsung berjongkok dan meringis menahan sakit. Pada waktu itu, Adhit, anak tetangga depan rumah Donna kebetulan lewat mau pulang ke rumahnya. Ketika melihat Donna sedang jongkok sambil meringis memegang lututnya, Adhit langsung lari ke arah Donna.
"Kenapa tante?" tanya Adhit.
"Aduh, lutut saya luka karena jatuh, Dhit..." ujar Donna sambil meringis.
"Bantu saya berdiri, Dhit..." kata Donna.
"Iya tante," kata Adhit sambil memegang tangan Donna dan dibimbingnya bediri.
"Dhit, tolong bawa anak-anak saya kemari.. Anterin ke rumah saya, ya..." kata Donna.
"Iya tante," kata Adhit sambil segera menghampiri anak-anak Donna.
Sementara Donna segera pulang ke rumahnya sambil tertatih-tatih. Waktu Adhit mengantarkan anak-anak Donna ke rumahnya, Donna sedang duduk di kursi depan sambil memegangi lututnya.
"Ada obat merah tidak, tante?" tanya Adhit.
"Ada di dalam, Dhit," kata Donna.
"Kita ke dalam saja..." kata Donna lagi sambil bangkit dan tertatih-tatih masuk ke dalam rumah.
Adhit dan anak-anaknya mengikuti dari belakang.
"Ma, Donny ngantuk," kata anaknya kepada Donna.
"Tunggu sebentar ya, Dhit. Saya mau antar mereka dulu ke kamar. Sudah waktunya anak-anak tidur siang," kata Donna sambil bangkit dan tertatih-tatih mengantar anak-anaknya ke kamar tidur.
Setelah mengantar mereka tidur, Donna kembali ke tengah rumah.
"Mana obat merahnya, tante?" tanya Adhit.
"Di atas sana, Dhit..." kata Donna sambil menunjuk kotak obat.
Adhit segera bangkit dan menuju kotak obat untuk mengambil obat merah dan kapas. Tak lama Adhit segera kembali dan mulai mengobati lutut Donna.
"Maaf ya, tante.. Saya lancang," kata Adhit.
"Tidak apa-apa kok, Dhit. Tante senang ada yang menolong," kata Donna sambil tersenyum.
Adhit mulai memegang lutut Donna dan mulai memberikan obat merah pada lukanya.
"Aduh, perih..." kata Donna sambil agak menggerakkan lututnya.
Secara bersamaan rok Donna agak tersingkap sehingga sebagian paha mulusnya nampak di depan mata Adhit. Adhit terkesiap melihatnya. Tapi Adhit pura-pura tak melihatnya. Tapi tetap saja paha mulus Donna menggoda mata Adhit untuk melirik walau kadang-kadang. Hati Adhit agak berdebar.. Biasanya dia hanya bisa melihat dari kejauhan saja lekuk-lekuk tubuh Donna. Atau kadang-kadang hanya kebetulan saja melihat Donna memakai celana pendek.
Adhit biasanya hanya bisa membayangkan saja tubuh Donna sambil onani. Tapi kini, di depan mata sendiri, paha mulus Donna sangat jelas terlihat. Donna sepertinya sadar kalau mata Adhit sesekali melirik ke arah pahanya. Segera Donna merapikan duduknya dan juga menutup pahanya. Adhitpun sepertinya terkesima dengan sikap Donna tersebut. Adhit menjadi malu sendiri..
"Sudah saya berikan obat merah, tante..." kata Adhit.
"Iya, terima kasih," kata Donna sambil tersenyum.
"Sekarang sudah mulai tidak terasa sakit lagi," ujar Donna lagi sambil tetap tersenyum.
Adhit, 16 tahun, adalah anak tetangga depan rumah Donna. Masih duduk di bangku SMP kelas 3. Seperti kebanyakan anak laki-laki tanggung lainnya, Adhit adalah sosok anak laki-laki yang sudah mulai mengalami masa puber.
"Kenapa kamu nunduk terus, Dhit?" tanya Donna.
"Tidak apa-apa, tante..." ujar Adhit sambil sekilas menatap mata Donna lalu menunduk lagi sambil tersenyum malu.
"Ayo, ada apa?" tanya Donna lagi sambil tersenyum.
"Anu, tante.. Maaf, mungkin tadi sempat marah karena tadi saya sempat melihat secara tidak sengaja..." kata Adhit sambil tetap menunduk.
"Lihat apa?" tanya Donna pura-pura tidak mengerti.
"Lihat.. Mm.. Lihat ini tante," kata Adhit sambil tangannya mengusap-ngusap pahanya sendiri. Donna tersenyum mendengarnya.
"Tidak apa-apa kok, Dhit," kata Donna.
"Kan hanya melihat.. Bukan memegang," kata Donna lagi sambil tetap tersenyum.
"Lagian, saya tidak keberatan kok kamu melihat paha tante tadi," kata Donna lagi sambil tetap tersenyum.
"Kamu kan tadi sedang menolong saya memberikan obat," kata Donna.
"Benar tante tidak marah?" tanya Adhit sambil menatap Donna.
Donna menggelengkan kepalanya sambil tetap tersenyum. Adhitpun jadi ikut tersenyum.
"Tante sangat cantik kalau tersenyum," kata Adhit mulai berani.
"Ihh, kamu tuh masih kecil sudah pintar merayu..." kata Donna.
"Saya berkata jujur loh, tante," kata Adhit lagi.
"Kamu sudah makan, Dhit?" tanya Donna.
"Belum tante. Saya pulang dari rumah teman tadi belum makan," kata Adhit.
"Makan disini saja, ya.. Temani saya makan siang," ajak Donna.
"Baik tante, terima kasih," kata Adhit.
Mereka menikmati makan siang di meja makan bulat kecil. Ketika sedang menikmati makan, tanpa sengaja kaki Adhit menyentuk kaki Donna. Adhit kaget, lalu segera menarik kakinya.
"Maaf tante, saya tidak sengaja," kata Adhit.
"Tidak apa-apa kok, Dhit..." kata Donna sambil matanya nenatap Adhit dengan pandangan yang berbeda.
Ketika kaki Adhit menyentuh kakinya, seperti terasa ada sesuatu yang berdesir dari kaki yang tersentuh sampai ke hati. Donna merasakan sesuatu yang lain akan kejadian tak sengaja itu.. Tiba-tiba Donna merasakan ada sesuatu keinginan tertentu muncul yang membuat perasaannya tidak menentu. Sentuhan kaki Adhit terasa begitu hangat dan membangkitkan suatu perasaan aneh..
"Kamu sudah punya pacar, Dhit?" tanya Donna sambil menatap Adhit.
"Belum tante," kata Adhit sambil tersenyum.
"Lagian saya tidak tahu caranya mendapatkan perempuan," ujar Adhit lagi sambil tetap tersenyum. Donnapun ikut tersenyum.
"Pernah tidak kamu punya keinginan tertentu terhadap perempuan?" tanya Donna lagi.
"Keinginan apa tante?" tanya Adhit. Donna tersenyum.
"Kita habiskan dulu makannya. Nanti kita bicara..." kata Donna.
Selesai makan, mereka duduk-duduk di ruang tengah.
"Kamu ada sesuatu yang harus diselesaikan di rumah tidak saat ini?" tanya Donna.
"Tidak ada, tante," kata Adhit.
"Tadi tante mau tanya apa?" kata Adhit penasaran.
"Begini, apakah kamu suka kepada Dhitita tertentu? Maksud saya suka kepada tubuh Dhitita?" tanya Donna.
"Kita bicara jujur saja, ya.. Saya tidak akan bicara pada siapa-siapa kok," kata Donna lagi.
"Kamu juga mau kan jaga rahasia pembicaraan kita?" kata Donna lagi.
"Iya, tante," kata Adhit.
"Kalau begitu jawablah pertanyaan tante tadi..." kata Donna sambil tersenyum.
"Ya, saya suka melihat perempuan yang tubuhnya bagus. Saya juga suka tante karena tante cantik dan tubuhnya bagus," kata Adhit tanpa ragu.
"Maksudnya tubuh bagus apa," tanya Donna lagi. Adhit agak ragu untuk menjawab.
"Ayolah..." kata Donna sambil memegang tangan Adhit. Tangan Adhit bergetar.. Donna tersenyum.
"Mm.. Saya pernah.. Pernah lihat majalah Playboy, juga.. Juga.. Juga saya pernah lihat VCD porno.. Mm.. Mm.. Saya lihat banyak perempuan tubuhnya bagus..." kata Adhit dengan nafas tersendat.
"Oh, ya? Di VCD itu kamu lihat apa saja," kata Donna pura-pura tidak tahu, sambil terus menggenggam tangan Adhit yang terus gemetar.
"Mm.. Lihat orang sedang begituan..." kata Adhit.
"Begituan apa?" tanya Donna lagi.
"Ya, lihat orang sedang bersetubuh..." kata Adhit.
Donna kembali tersenyum, tapi dengan nafas yang agak memburu menahan sesuatu di dadanya.
"Kamu suka tidak film begitu?" tanya Donna.
"Iya suka, tante?" kata Adhit sambil menunduk.
"Mau coba seperti di film, tidak?" kata Donna.
Adhit diam sambil tetap menunduk. Tangannya makin gemetar. Donna mendekatkan tubuhnya ke tubuh Adhit. Wajahnya di dekatkan ke wajah Adhit.
"Mau tidak?" tanya Donna setengah berbisik.
Adhit tetap diam dan gemetar. Wajahnya agak tertunduk. Donna membelai pipi anak tanggung tersebut. Lalu diciumnya pipi Adhit. Adhit tetap diam dan makin gemetar. Donna terus menciumi wajah Adhit, lalu akhirnya dilumatnya bibir Adhit.. Lama-lama Adhitpun mulai terangsang nafsunya. Dengan pasti dibalasnya ciuman Donna.
"Masukkan tangan kamu ke sini..." kata Donna dengan nafas memburu sambil memegang tangan Adhit dan mengarahkannya ke dalam baju Donna.
"Masukkan tangan kamu ke dalam BH saya, Dhit.. Pegang buah dada saya," kata Donna sambil tangannya meremas kontol Adhit dari luar celana.
Sementara tangan Adhit sudah masuk ke dalam BH Donna dan mulai meremas-remas buah dada Donna.
"Mmhh.. Terus sayang..." kata Donna.
"Tangan saya pegal, tante..." kata Adhit polos.
"Uhh.. Kita pindah ke kamar, yuk..." ajak Donna sambil menarik tangan Adhit. Sesampainya di dalam kamar..
"Buka pakaian kamu, Dhit..." ujar Donnapun melepas seluruh pakaiannya sendiri.
"Iya, tante..." kata Adhit.
Donna setelah melepas seluruh pakaiannya, segera naik dan telentang di tempat tidur. Adhit terkesima melihat tubuh telanjang Donna. Seumur-umur Adhit, baru kali ini dia melihat tubuh telanjang Dhitita di depan mata. Apalagi Dhitita tersebut adalah Dhitita yang sering di bayangkannya bila onani. Kontol Adhit langsung tegang dan tegak..
"Naik sini, Dhit..." kata Donna.
"Iya, tante..." kata Adhit.
"Sini naik ke atas tubuh saya..." kata Donna sambil mengangkangkan pahanya.
Adhit segera menaiki tubuh telanjang Donna. Donna langsung melumat bibir Adhit dan Adhitpun langsung membalasnyanya dengan hebat. Sementara satu tangan Adhit meremas buah dada Donna yang tidak terlalu besar. Sementara kontol Adhit sesekali mengenai belahan memek Donna.
"Ohh.. Mmhh.. Terus remas.. Terus..." desah Donna sambil memegang tangan Adhit yang sedang meremas buah dadanya, dan tangan mereka bersamaan meremas buah dadanya.
"Ohh.. Sshh..." kata Donna. Adhitpun dengan bernafsu terus meremas dan menciumi serta menjilati buah dada Donna.
"Dhit, jilati memek ya, sayang..." pinta Donna.
"Tapi saya tidak tahu caranya, tante," kata Adhit polos.
"Sekarang dekatkan saja wajah kamu ke memek, lalu kamu jilati belahannya..." kata Donna setengah memaksa dengan menekan kepala Adhit ke arah memeknya.
Adhit langsung menuruti permintaan Donna. Dijilatinya belahan memek Donna sampai tubuh Donna mengejang menahan nikmat.
"Ohh.. Mm.. Ohh.. Terus jilat, sayang..." desah Donna sambil meremas kepala Adhit.
"Dhit, kamu jilati bagian atas sini..." kata Donna sambil jarinya mengelus kelentitnya.
Lalu lidah Adhit menjilati habis kelentit Donna.. Donna kembali menggelepar merasakan nikmat yang teramat sangat.
"Teruss.. Sshh.. Ohh..." desah Donna sambil badannya semakin mengejang.

Pahanya rapat menjepit kepala Adhit. Sementara tangannya semakin menekan kepala Adhit ke memeknya. Tak lama..
"Ohh..." desah Donna panjang. Donna orgasme.
"Sudah, Dhit.. Naik sini," kata Donna.
Adhit lalu menaiki tubuh Donna. Donna lalu mengelap mulut Adhit yang basah oleh cairan memeknya. Donna tersenyum, lalu mengecup bibir Adhit.
"Mau tidak kontol kamu saya hisap," kata Donna.
"Mau tante," kata Adhit bersemangat.
"Bangkitlah.. Sinikan kontol kamu," kata Donna sambil tangannya meraih kontol Adhit yang tegang dan tegak.
Adhit lalu mengangkangi wajah Donna. Donna segera mengulum kontol Adhit. Tidak hanya itu, kontol Adhit lalu dijilat, dihisap, lalu dikocoknya silih berganti. Adhit tubuhnya mengejang menahan rasa nikmat yang teramat sangat. Tangannya berpegangan pada pinggiran ranjang.
"Ohh.. Tantee.. Enaakk..." jerit kecil Adhit sambil memompa kontolnya di mulut Donna.
"Masukkin ke memek, sayang..." kata Donna setelah dia beberapa lama menghisap kontol Adhit.
Adhit lalu mengangkangi Donna. Sementara tangan Donna memegang dan membimbing kontol Adhit ke lubang memeknya.
"Ayo tekan sedikit, sayang..." kata Donna.
Adhit berusaha menekan kontolnya ke lubang memek Donna sampai akhirnya.. Bless.. Bless.. Bless.. Kontol Adhit berhasil masuk dan mulai memompa memek Donna. Adhit merasakan suatu kenikmatan yang tiada tara pada batang kontolnya.
"Bagaimana rasanya, Dhit?" tanya Donna sambil tersenyum dan menggoyang pantatnya.
"Ohh.. Sangat enakk, tanttee..." kata Adhit tersendat sambil memompa kontolnya keluar masuk memek Donna.
Donna tersenyum.. Setelah beberapa lama memompa kontolnya, tiba-tiba tubuh Adhit mengejang. Gerakannya makin cepat. Donna karena sudah mengerti langsung meremas pantat Adhit dan menekankannya ke memeknya. Tak lama.. Crott.. Croott.. Croott.. Croott..
"Ohh.. Hohh..." desah Adhit. Tubuhnya lemas dan lunglai di atas tubuh Donna.
"Udah keluar? Bagaimana rasanya?" tanya tante Donna sambil memeluk Adhit.
"Sangat enak, tante..." kata Adhit.
Tamat

20 Foto yang Dapat Membuatmu Mudah Konsentrasi

Percaya gak percaya foto-foto berikut bakal bikin agan-agan mudah berkonsentrasi. Ya, paling gak itu sih yang diberitakan oleh sumber asli artikel ini (cekidot linknya di bawah). Berikut 20 foto yang dapat membuat kita-kita mudah konsentrasi tersebut.

Anak Anjing di Bathub


20 Foto yang Dapat Membuatmu Mudah Konsentrasi

Anak Anjing Happy


20 Foto yang Dapat Membuatmu Mudah Konsentrasi

Anak Babi Main di Rumput


20 Foto yang Dapat Membuatmu Mudah Konsentrasi

Anak Landak Abis Mandi


20 Foto yang Dapat Membuatmu Mudah Konsentrasi

Anak Landak Lagi Bobo


20 Foto yang Dapat Membuatmu Mudah Konsentrasi

Assassin Cat


20 Foto yang Dapat Membuatmu Mudah Konsentrasi

Bayi Burung Hantu Unyu-Unyu


20 Foto yang Dapat Membuatmu Mudah Konsentrasi

Bayi Gajah Main Bola


20 Foto yang Dapat Membuatmu Mudah Konsentrasi

Bayi Jerapah


20 Foto yang Dapat Membuatmu Mudah Konsentrasi

Bebek Afro


20 Foto yang Dapat Membuatmu Mudah Konsentrasi

Beruang Kutub Makan Semangka


20 Foto yang Dapat Membuatmu Mudah Konsentrasi

Bulldog Minta Diperhatiin


20 Foto yang Dapat Membuatmu Mudah Konsentrasi

Gajah Pake Sepatu Boot


20 Foto yang Dapat Membuatmu Mudah Konsentrasi

Hamster FAIL


20 Foto yang Dapat Membuatmu Mudah Konsentrasi

Hush Puppy Panik


20 Foto yang Dapat Membuatmu Mudah Konsentrasi

Kelinci Afro


20 Foto yang Dapat Membuatmu Mudah Konsentrasi

Rombongan Panda Bobo


20 Foto yang Dapat Membuatmu Mudah Konsentrasi

Tupai Nguap


20 Foto yang Dapat Membuatmu Mudah Konsentrasi

Walrus Makan Agar-Agar


20 Foto yang Dapat Membuatmu Mudah Konsentrasi

Wombat Bobo


20 Foto yang Dapat Membuatmu Mudah Konsentrasi

Sikap semut dan lebah yang patut jadi teladan

Pernahkah kalian melihat kelompok semut di dinding rumah atau di lantai ruangan? Yah? semut hidup berkelompok dan sangat sosialisasi, seperti makhluk yang lainnya, namun hal ini jika dilihat lebih detail dan dekat maka kamu akan melihat semut yang selama di jalan dia menyalami semut lain secara akrab kesannya seperti berpelukan, dan hal tersebut di praktekan loh oleh manusia sebagai simbol keakraban yang dekat, yaitu salaman dan berpelukan sejenak.






Jika kamu teteskan saja 1 tetesan kecil air teh manis atau taruh 1 butis saja gula, maka semut yang melihat gula atau air manis tersebut ia beri tau kepada kawanan semut lain yang bisa ia temui untuk sama-sama menyantapnya, secara gula itu kan makanan utama semut dalam mengumpulkan energi di dalam tubuhnya yang digunakan untuk menyambung hidup. Manusia juga energy utamanya dari kadar gula loh, coba deh kamu baca artikel tentang nasi, nasi itu memiliki kadar gula paling tinggi dan menjadi energy yang sangat cukup untuk manusia selama kurang lebih 5 jam.



Lebah sama halnya dengan semut, hidup berkomplotan. Lebah adalah makhluk yang memiliki banyak manfaat dari air liurnya, sengatnya untuk terapi, sarangnya yang unik, dan royal jelly. Lebah hidup hanya untuk bekerja, membangun sarang dan memperbanyak komplotan. Lebah tidak merusak tempat sumbernya mencari makanan utamanya yaitu bunga, dan nektar yang bila dikumpulkan akan menjadi sekumpulan nektar yang disebut madu, penuh kaya manfaat dan amat manis.

Sifat lebah dan semut adalah pekerja keras, solidaritas yang tinggi, rela berkorban, gotong royong, anti merusak, dan saling melindungi.

Sifat serangga kecil di atas merupakan contoh yang dapat kita pelajari dan kita kembangkan, sebagai manusia yang diciptakan dengan kesempurnaan setidaknya kita malu untuk bersikap buruk dan sesuka hati tanpa perduli satu dengan yang lain. Jika sesama manusia aja sering berselisih dan emosi, lalu mau hidup dengan siapa lagi kita?